Idul Fitri, Sumbar Ikut Pemerintah Pusat

Oleh wirnadianhar
Sabtu, 27 September 2008 04:50:51 Klik: 2817 Cetak: 593 Kirim-kirim Print version download versi msword
Klik untuk melihat foto lainnya...

Penetapan 1 Syawal 1429 Hijriah di Sumatra Barat masih menunggu ketentuan dari pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Sumbar sendiri akan ikut penetapan itu, sama seperti penetapan 1 Ramadan 1429 Hijriah. Di Sumbar sendiri kata Gubernur Sumbar, H. Gamawan Fauzi kepada wartawan di Padang, Jumat (26/9) Pemprov Sumbar telah melakukan kesepakatan bersama dengan seluruh ormas Islam terdiri dari MUI, NU, Muhamadiyah dan lainnya untuk melaksanakan Salat Idul Fitri pada hari yang sama

Tapi kalau kemudian masih ada kelompok-kelompok tertentu yang menyelenggarakan salat lebih dulu atau terakhir dari ketentuan pemerintah silahkan saja, tapi tidak kita fasilitasi,” ujarnya. Apa yang dilakukan kelompok tertentu itu lebih kepada keyakinan. Pemerintah sendiri tidak bisa memaksakan keyakinan tersebut untuk mematuhi ketetapan dari pemerintah. Apalagi, di tanah suci kelompok-kelompok semacam itu juga ada. “Hanya mereka tidak diberi mic atau alat pengeras suara,” terang gubernur.

Gubernur sendiri sangat berharap kelompok-kelompok seperti nasabandiyah di Limau Manis dan Satariyah di Ulakan, Padang Pariaman dan Koto Tuo, Kab. Agam bisa ikut serta bersama-sama serentak merayakan Lebaran. Namun, semuanya terpulang kembali pada keyakinan yang dianut kelompok-kelompok itu dan keyakinan harus dihormati.

Tenang
Akan halnya makna Lebaran baginya sangat besar. Suatu hari istimewa setelah berpuasa satu bulan lamanya. Kepada masyarakat diminta dirayakan secara sederhana, karena yang terpenting adalah makna kemenangan di hari nan fitri itu.

Bila dibandingkan Lebaran tahun-tahun sebelumnya, jelang Lebaran tahun ini dalam pandangan Gamawan terasa lebih syahdu dan indah. Ketenangan yang tercipta selama Ramadan sangat luar biasa. Termasuk tidak adanya gejolak harga di Pasar Raya Padang. “Entah itu karena liburan yang cukup panjang atau gimana, yang pasti ramadan ini sangat tenang. Tidak ada gejolak dan harga biasa-biasa saja,” sebut gubernur. Terhadap ketiadaan gejolak harga ini gubernur memperkirakan itu sebagai bagian dari kehatian-hatian dari masyarakat dalam berbelanja. Sebab, dampak tingginya harga BBM dan fluktuasi harga lainnya sebelum ramadan membuat masyarakat harus lebih berhemat.

Di rumahnya sendiri, gubernur juga sangat merasakan keteduhan dan kesyahduan ramadan dan Lebaran. “Di rumah saya saja, sekarang belum ada kue-kue atau aroma kue. Kalau Lebaran-Lebaran sebelumnya sudah banyak,” sebutnya mencontohkan. o104

Sumber : Singgalang edisi : Sabtu / 27 September 2008

 
Berita Berita Terkini Lainnya
. PENGUMPULAN KARTU KELUARGA (KK) KELAS VI SEKOLAH DASAR
. PENGUMUMAN PEMENUHAN DAYA TAMPUNG PPDB SMP NEGERI KOTA PADANG TAHUN PELAJARAN 2019
. Tata Cara Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2019/2020
. Surat Edaran Dinas Pendidikan tentang Jadwal Ujian SD dan SMP
. Undangan Penulisan Naskah Soal SD dan SMP
. Undangan Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru SD dan SMP tentang Standar Penilaian
. Undangan Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru SMP tentang Standar Proses
. Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 untuk guru SD dan SMP Angkatan II
. Undangan Bimtek Tim Pengembang Kurikulum Sekolah SMP Tahun 2018
. Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 untuk guru SD dan SMP Angkatan I (revisi)